
A. Lokasi Penanaman
Tanaman
jagung adalah
tanaman yang memiliki tingkat fotosintesis tinggi, jadi sangat memerlukan
cahaya matahari. Maka lokasi yang baik untuk budidaya tanaman jagung adalah
areal yang terbuka berupa sawah atu ladang yang tidak terlindung dari cahaya
matahari.
Lokasi untuk budidaya tanaman jagung sebaiknya
tidak tergenang air, namun memiliki kadar air yang cukup. Selain itu, dalam
pemilihan lokasi untuk tanaman
jagung, sebaiknya harus sesuai dengan syarat tumbuh tanaman jagung, atau yang dibutuhkan
oleh tanaman jagung.Syarat tumbuhdijelaskan sebagai berikut.
1. Susunan atau sifat tanah
Sebenarnya semua jenis tanah dapat
ditumbuhi jagung, namun
sifat tanah yang paling dikehendaki oleh tanaman jagung adalah yang drainasenya lancar, subur dengan
humus dan pupuk yang mencukupi persediaan untuk tumbuh.
2. Iklim
Iklim atau cuaca rata-rata suatu daerah turut
berperan serta dalam menentukan pertumbuhan dan produksi suatu tanaman. Iklim
yang tidak mendukung, misalnya banyak hujan badai dan angin rebut bahkan
banjir, akan berpengaruh pada pertumbuhan, termasuk pada tanaman jagung.
Walaupun tanaman jagung sangat cocok pada daerah yang beriklim sejuk dan dingin, namun jika terlalu banyak hujan juga akan mengurangi kualitas jagung.
Walaupun tanaman jagung sangat cocok pada daerah yang beriklim sejuk dan dingin, namun jika terlalu banyak hujan juga akan mengurangi kualitas jagung.
Tanaman jagung dapat
berproduksi dengan baik dan berkualitas pada daerah yang beriklim sejuk yaitu
50 derajat LU sampai 40 derajat LS dengan ketinggian sampai 3000 meter dari
permukaan laut. Namun, untuk jenis-jenis jagung tertentu, dapat juga pada
tempat yang berbeda dari kondisi tersebut dan dapat berproduksi dengan baik.
3. Derajat keasaman tanah
(pH)
Derajat keasaman tanah dipengaruhi oleh
banyaknya kandungan unsure kimia dalam tanah serta kadar air dalam tanah
tersebut. Daerah yang cenderung basah dan banyak humus akan menyebabkan tanahnya
cenderung bersifat asam.
Sebaliknya tanah yang kering berkapur dengan
kadar air yang sedikit akan lebih bersifat basa. Untuk tanaman jagung sebenarnya toleransi atau
kemampuan untuk beradaptasi pada lingkungan cukup baik, yaitu dengan kemampuan
hidup maksimal pada derajat keasaman antara 5,5 sampai 7.
Derajat keasaman ada skala 14 skala, untuk skala 1 sampai 7 bersifat asam, sedangkan antara 8 sampai 14 bersifat basa.
Derajat keasaman ada skala 14 skala, untuk skala 1 sampai 7 bersifat asam, sedangkan antara 8 sampai 14 bersifat basa.
4. Kadar air
Jumlah air yang ada dalam tanah akan
menentukan kadar air tanah. Tanaman
jagung memerlukan air terutama untuk pertumbuhan dan
perkembangbiakkan.Jadi penanaman jagung pun banyak diawali pada saat musim
hujan mulai tiba.Selain menghemat tenaga untuk menyiram juga menambah
sejuk/menambah kelembaban udara. Sehingga tanaman tidak kekurangan air, karena
dapat mengganggu proses fotosintesis atau penyusunan makanan yang dilakukan
untuk beraktifitas dan berproduksi dari tanaman
jagung tersebut.
5. Intensitas cahaya
matahari
Intensitas cahaya adalah jumlah pancaran
cahaya matahari yang intesif dan dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup.
Untuk tanaman jagung,
intensitas cahaya yang banyak dan cukup sangat dibutuhkan selain untuk berfotosintesis,
juga untuk berproduksi, karena tanpa intensitas cahaya yang cukup, bunga tidak
dapat berhasil menjadi buah.
6. Suhu lingkungan
Suhu adalah tingkat derajat panas suatu benda
yang ada dalam lingkungan. Lingkungan tempat hidup jagung sangat perlu untuk
diperhatikan, karena suhu yang tinggi dan kering akan mengganggu kelangsungan
proses penyusunan makanan atau fotosintesis pada tanaman jagung.
Suhu yang baik untuk pertumbuhan tanaman jagung adalah antara 21 sampai 30 derajat celcius. Sedangkan untuk proses perkecambahan jagung, yang paling tepat adalh antara suhu 21 sampai 27 derajat celcius. Jadi, sedikit lebih membutuhkan suhu yang lebih sejuk untuk pertumbuhan kecambahnya.
Pada umumnya tanaman njagung ditanam pada lahan yang kering dengan cara multikultur, artinya ditanam bersama dengan beberapa jenis tanaman yang lain. Namun, penanaman jagung pada lahan kering ini tidaklah mutlak, sebab ternyata tanaman jagung juga dapat tumbuh pada lahan basah yang terdapat pengairan serta sawah tadah hujan, secara monokultur yaitu menanami lahan hanya dengan satu jenis tanaman.
Suhu yang baik untuk pertumbuhan tanaman jagung adalah antara 21 sampai 30 derajat celcius. Sedangkan untuk proses perkecambahan jagung, yang paling tepat adalh antara suhu 21 sampai 27 derajat celcius. Jadi, sedikit lebih membutuhkan suhu yang lebih sejuk untuk pertumbuhan kecambahnya.
Pada umumnya tanaman njagung ditanam pada lahan yang kering dengan cara multikultur, artinya ditanam bersama dengan beberapa jenis tanaman yang lain. Namun, penanaman jagung pada lahan kering ini tidaklah mutlak, sebab ternyata tanaman jagung juga dapat tumbuh pada lahan basah yang terdapat pengairan serta sawah tadah hujan, secara monokultur yaitu menanami lahan hanya dengan satu jenis tanaman.
Cara penanaman jagung ada 2 cara, yaitu:
1. Multikultur
Multikultur adalah penanaman lahan dengan
banyak jenis tanaman yang
berbeda-beda secara bersama-sama. Misalnya dalam satu waktu pada suatu lahan
ditanami jagung, ketela
pohon, dan kacang tanah.
Cara ini sering juga disebut dengan istilah tumpang sari, yang mempunyai tujuan agar kesuburan tanah tetap terjaga, yaitu dengan menjaga keseimbangan persediaan unsure-unsur yang ada dalam tanah.
Cara ini sering juga disebut dengan istilah tumpang sari, yang mempunyai tujuan agar kesuburan tanah tetap terjaga, yaitu dengan menjaga keseimbangan persediaan unsure-unsur yang ada dalam tanah.
2. Monokultur
Monokultur adalh menanami lahan hanya dengan
satu jenis tanaman secara berselang seling, atau bergantian.Misalnya sekarang
jagung, tahap yang kedua padi atau sebaliknya.
Penanamn dengan car ini sering disebut dengan
istilah rotasi tanaman. Rotasi tanaman pada dasarnya memiliki tujuan yang
hampir sama dengan tumpang sari, hanya saja waktu penanaman yang berbeda maka
pengambilan unsure yang ada dalam tanah juga bergantian. Tapi dengan cara bergantian
pula unsur itu akan berkurang, sehingga diharapkan dengan penanaman yang
bergantian, keseimbangan jumlah unsur-unsur dalam tanah juga tetap terjaga.
Sel;ain itu juga diselingi dengan tanaman
kacang agar dapat diperkaya unsur Nitrogen, karena tanaman kacang tanah dalam
akarnya terdapat bintil yang ada bakteri Rhizobium dapat mengikat Nitrogen dari
udara bebas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan penanaman kacang tanah,
tanah akan subur kembali.
Kedua cara tersebut adalah bagian dari cara penanaman yang dipakai untuk mengatasi lahan yang sudah kritis.
Kedua cara tersebut adalah bagian dari cara penanaman yang dipakai untuk mengatasi lahan yang sudah kritis.
Sebenarnya masih ada car yang lain untuk
mengatasi lahan yang kritis, yaitu dengan sengkedan dan terasering. Sengkedan
dilakukan pada lahan yang dapat berdampak pada erosi tanah.Sedangkan terasering
dilakukan pada lahan yang miring dibuat sawah yang bertingkat-tingkat dengan tujuan
untuk menghambat erosi.
Tanah yang terkena erosi terus menerus akan
mengalami:
a. Kekurangan unsur-unsur
hara didalamnya
b. Mudah longsor
c. Pengurangan tingkat
kesuburan
d. Tidak dapat ditanami
e. Mengurangi hasil
produksi
Di bawah ini ada
usaha-usaha untuk mengembalikan kesuburan tanah apabila terjadi erosi pada
lahan tanamn jagung, baik oleh air ataupun oleh angin:
1.
Penjemuran
Penjemuran adalah cara yang
sudah sering dilakukan oleh para petani sejak dahulu, terutama pada lahan
persawahan, caranya dengan mencangkul tanah dan membaliknya, kemudian
dibiarkan terkena panas matahari selama beberapa hari. Tujuan penjemuran adalah
untuk:
a.
Membunuh bakteri pengganggu yang ada dalam tanah
b. Tanah
mendapatkan aerasi/pengudaraan
c.
Derajat keasaman tanah atau kebasaan dapat berkurang
d. Tanah
dapat kembali subur
2. Penghijauan
Tanah yang kurang subur karena terkena erosi,
biasanya akan sulit ditanami. Untuk mengatasinya, dapat dengan penanaman
kembali atau penghijauan, yaitu dengan menanam pohon pohon pelindung.
Tujuan penghijauan adalah untuk:
Tujuan penghijauan adalah untuk:
a. Menambah kesuburan
tanah, dengan cara pembuatan humus oleh tanaman pelindung melewati daunnya yang
berguguran.
b. Akar tanaman pelindung
dapat menahan laju air.
c. Mikroorganisme yang ada
dalam humus akan dapat menguraikan zat organic dalam humus, sehingga menambah
unsure hara dan kesuburan dalam tanah.
3. Rotasi tanaman
adalah menanami sebidang tanah dengan tanaman
yang berbeda secara bergantian. Misalnya ditanami jagung, lalu ditanami padi
dan seterusnya. Tujuan rotasi tanaman adalah:
a. Agar unsure hara yang
ada dalam tanah tidak habis sekaligus
b. Jenis tanaman yang
berbeda akan membutuhkan unsure yang berbeda pula, jadi pengambilan
unsure terjadi secara bergantian.
4.
Pemupukan
Pemupikan
adalah usaha menambah atau mengganti hilangnya beberapa jenis unsure yang
hilang bersama proses bercocok tanam.
Proses
yang dapat menyebabkan hilangnya beberapa unsure adalah:
a.
Pemanenan dengan cara pencabutan sampai ke akar
b.
Hanyut bersama dengan air saat penyiraman.
Macam-macam
pupuk yang dapat digunakan antara lain:
a.
Pupuk kandang
Pupuk
kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran ternak.
b.
Pupuk kompos
Pupuk
kompos adalah pupuk yang berasal dari pembusukan sampah organic. Misalnya dari
sisa pembusukan daun atau bagian tanaman lain yang sudah mati.
c.
Pupuk hijau
Pupik hijau adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan yang sengaja dicabut, kemudian di tanam di sekitar lahan pertanian. Tanaman yang sering di tanam adalah jenis kacang-kacangan.
d. Pupuk anorganik atau pupuk buatan
Pupik anorganik adalah macam-macam pupuk yang dibuat oleh pabrik.
Misalnya:
1) Amonium sulfat (NH4)2 SO4 atau sering disebut ZA
2) Nitrogen Posfor Kalium (NPK)
3) Urea
4) ASN atau ammonium sulfat nitrat
1. Syarat tumbuh
Lokasi yang baik untuk bertanam jagung sebaiknya memenuhi syarat tumbuh.Misalnya kesuburan tanah, suhu lingkungan, pancaran sinar matahari, serta tinggi tempat.
2. Ketersediaan sarana dan prasarana transportasi
Ketersediaan sarana transportasi dapat mempermudah pengangkutan hasil panen, menekan biaya transportasi serta mencegah prnurunan mutu jagung sebelum pemasaran.
3. Tujuan pemasaran
Lokasi bertanam jagung sebaiknya tidak jauh dari tempat pemasaran. Tujuannya adalah mencegah penurunan mutu jagung dan menghemat transportasi, termasuk biaya pengangkutan oleh tenaga kerja.
4. Ketersediaan tenaga kerja
Tenaga kerja sangat diperlukan, dimulai dari proses penanaman, pemeliharaan dan saat pemanenan serta pengolahan hasil panen, sehingga mendapatkan hasil produksi yang baik dan berkualitas serta tidak terjadi penurunan mutu jagung.
B. Benih Tanaman Jagung
Penyediaan benih adalah hal atau factor yang awal dan penting pada aktivitas bertanam jagung.Sebagai langkah awal dalam bertanam jagung, pemilihan bibit unggul biasanya dilaksanakan agar kita dapat mendapatkan hasil produksi yang tinggi pula.
Ciri-ciri yang harus diperhatikan dalam memilih bibit jagung yang baik adalah sebagai berikut:
1. Tongkol diambil dari tanaman jagung induk yang sehat, kuat dan telah tua.
2. Tongkol jagung yang tua berukuran besar, panjang dan langsing.
3. Klobot rapat dari ujung sampai pangkal daun jagung.
4. Biji terletak dalam barisan yang lurus
5. Tongkol memiliki ranbut yang banyak
6. Tongkol sudah dijemur sampai kering
Biji yang unggul ditentukan oleh:
1. Faktor genetic
Faktor genetic adalah factor yang berhubungan dengan genotip yang baik, dan biasanya diturunkan dari induk pada keturunannya, misalnya daya tahan terhadap penyakit, dan daya reproduksi.
2. Faktor fisik
Faktor fisik adalah benih yang bermutu tinggi meliputi kemampuan berkecambah yang tinggi, kadar air rendah, bersih dan bebas dari kotoran.
Untuk mendapatkan benih, sebaiknya kita beli dari tempat pemuliaan, sebab bila kita menggunakan benih dari pertanaman sebelumnya, akan mengalaminpengurangan/penurunan kualitas/mutu.
Benih yang unggul dapat kita beli pada took saprotan, distributor benih atau Balai Benih Induk (BBI). Dan untuk mencegah timbulnya penyakit pada benih yang disebabkan oleh jamur, maka benih harus kita fungisida, atau insektisida yang berguna untuk membasmi jamur.
Misalnya untuk mencegah bulai, dengan cara sebagai berikut:
1) Sediakan air sebanyak 1 liter
2) Masukkan dalam air tersebut 5 g Ridomil
3) Masukkan biji jagung kedalam larutan tersebut
4) Rendam benih selama 15 menit
5) Setelah itu keringkan sampai kering dengan cara dijemur.
C. Lahan dan Penanaman
Pengolahan lahan tanaman jagung bertujuan untuk mendapatkan kondisi lingkungan yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil produksi jagung.
Tujuan pengolahan lahan adalah untuk:
1. Menyediakan lingkungan yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangbiakkan jagung.
2. Memperbaiki sifat fisik tanah.
3. Mencegah pertumbuhan gulma dan tanaman pengganggu.
Lahan untuk bertanam jagung dapat diolah dengan menggunakan cangkul, bajak ataupun dengan traktor.
Pengolahan lahan untuk bertanam jagung terdiri dari beberapa langkah, yaitu:
1. Memecah
Yang dimaksud memecah pada pengolahan tanah untuk bertanam jagung adalh menfubah kondisi tanah yang tadinya keras dan padat menjadi tanah yang gembur dan lunak, agar dapt diproses selanjutnya. Alat untuk memecah kondisi tanah ini adalah traktor.
2. Membalik
Membalik tanah pada pengolahan tanaman jagung adalah penggantian atau pemindahan posisi dari bagian tanah sebelas atas menjadi sebelah bawah atau sebaliknya.
Hal ini dilakukan karena tiap komposisi tanah yang memiliki sifat yang berbeda-beda, baik kandungan unsure maupun tingkat kesuburan tanahnya.Alat yang dipergunakan untuk membalik tanah adalah cangkul.
3. Meratakan tanah
Proses yang selanjutnya setelah tanah dipecah dan dibalik adalah dengan diratakan, agar proses perawatan yang lain dapat berlangsung dengan mudah. Alat yang digunakan untuk meratakan adalah garu, dengan tenaga sapi atau kerbau atau tenaga manusia.
Di bawah ini perlu kita ketahui susunan dari lapisan tanah secara horizontal yang terdiri dari 3 lapisan yang utama yaitu:
a. Lapisan tanah atas/top soil
Lapisan tanah atas memiliki ciri-ciri antara lain:
Pupik hijau adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan yang sengaja dicabut, kemudian di tanam di sekitar lahan pertanian. Tanaman yang sering di tanam adalah jenis kacang-kacangan.
d. Pupuk anorganik atau pupuk buatan
Pupik anorganik adalah macam-macam pupuk yang dibuat oleh pabrik.
Misalnya:
1) Amonium sulfat (NH4)2 SO4 atau sering disebut ZA
2) Nitrogen Posfor Kalium (NPK)
3) Urea
4) ASN atau ammonium sulfat nitrat
1. Syarat tumbuh
Lokasi yang baik untuk bertanam jagung sebaiknya memenuhi syarat tumbuh.Misalnya kesuburan tanah, suhu lingkungan, pancaran sinar matahari, serta tinggi tempat.
2. Ketersediaan sarana dan prasarana transportasi
Ketersediaan sarana transportasi dapat mempermudah pengangkutan hasil panen, menekan biaya transportasi serta mencegah prnurunan mutu jagung sebelum pemasaran.
3. Tujuan pemasaran
Lokasi bertanam jagung sebaiknya tidak jauh dari tempat pemasaran. Tujuannya adalah mencegah penurunan mutu jagung dan menghemat transportasi, termasuk biaya pengangkutan oleh tenaga kerja.
4. Ketersediaan tenaga kerja
Tenaga kerja sangat diperlukan, dimulai dari proses penanaman, pemeliharaan dan saat pemanenan serta pengolahan hasil panen, sehingga mendapatkan hasil produksi yang baik dan berkualitas serta tidak terjadi penurunan mutu jagung.
B. Benih Tanaman Jagung
Penyediaan benih adalah hal atau factor yang awal dan penting pada aktivitas bertanam jagung.Sebagai langkah awal dalam bertanam jagung, pemilihan bibit unggul biasanya dilaksanakan agar kita dapat mendapatkan hasil produksi yang tinggi pula.
Ciri-ciri yang harus diperhatikan dalam memilih bibit jagung yang baik adalah sebagai berikut:
1. Tongkol diambil dari tanaman jagung induk yang sehat, kuat dan telah tua.
2. Tongkol jagung yang tua berukuran besar, panjang dan langsing.
3. Klobot rapat dari ujung sampai pangkal daun jagung.
4. Biji terletak dalam barisan yang lurus
5. Tongkol memiliki ranbut yang banyak
6. Tongkol sudah dijemur sampai kering
Biji yang unggul ditentukan oleh:
1. Faktor genetic
Faktor genetic adalah factor yang berhubungan dengan genotip yang baik, dan biasanya diturunkan dari induk pada keturunannya, misalnya daya tahan terhadap penyakit, dan daya reproduksi.
2. Faktor fisik
Faktor fisik adalah benih yang bermutu tinggi meliputi kemampuan berkecambah yang tinggi, kadar air rendah, bersih dan bebas dari kotoran.
Untuk mendapatkan benih, sebaiknya kita beli dari tempat pemuliaan, sebab bila kita menggunakan benih dari pertanaman sebelumnya, akan mengalaminpengurangan/penurunan kualitas/mutu.
Benih yang unggul dapat kita beli pada took saprotan, distributor benih atau Balai Benih Induk (BBI). Dan untuk mencegah timbulnya penyakit pada benih yang disebabkan oleh jamur, maka benih harus kita fungisida, atau insektisida yang berguna untuk membasmi jamur.
Misalnya untuk mencegah bulai, dengan cara sebagai berikut:
1) Sediakan air sebanyak 1 liter
2) Masukkan dalam air tersebut 5 g Ridomil
3) Masukkan biji jagung kedalam larutan tersebut
4) Rendam benih selama 15 menit
5) Setelah itu keringkan sampai kering dengan cara dijemur.
C. Lahan dan Penanaman
Pengolahan lahan tanaman jagung bertujuan untuk mendapatkan kondisi lingkungan yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil produksi jagung.
Tujuan pengolahan lahan adalah untuk:
1. Menyediakan lingkungan yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangbiakkan jagung.
2. Memperbaiki sifat fisik tanah.
3. Mencegah pertumbuhan gulma dan tanaman pengganggu.
Lahan untuk bertanam jagung dapat diolah dengan menggunakan cangkul, bajak ataupun dengan traktor.
Pengolahan lahan untuk bertanam jagung terdiri dari beberapa langkah, yaitu:
1. Memecah
Yang dimaksud memecah pada pengolahan tanah untuk bertanam jagung adalh menfubah kondisi tanah yang tadinya keras dan padat menjadi tanah yang gembur dan lunak, agar dapt diproses selanjutnya. Alat untuk memecah kondisi tanah ini adalah traktor.
2. Membalik
Membalik tanah pada pengolahan tanaman jagung adalah penggantian atau pemindahan posisi dari bagian tanah sebelas atas menjadi sebelah bawah atau sebaliknya.
Hal ini dilakukan karena tiap komposisi tanah yang memiliki sifat yang berbeda-beda, baik kandungan unsure maupun tingkat kesuburan tanahnya.Alat yang dipergunakan untuk membalik tanah adalah cangkul.
3. Meratakan tanah
Proses yang selanjutnya setelah tanah dipecah dan dibalik adalah dengan diratakan, agar proses perawatan yang lain dapat berlangsung dengan mudah. Alat yang digunakan untuk meratakan adalah garu, dengan tenaga sapi atau kerbau atau tenaga manusia.
Di bawah ini perlu kita ketahui susunan dari lapisan tanah secara horizontal yang terdiri dari 3 lapisan yang utama yaitu:
a. Lapisan tanah atas/top soil
Lapisan tanah atas memiliki ciri-ciri antara lain:
- Terletak pada bagian paling
atas dari tanah
- Sebagai tempat tumbuhnya
berbagai tanaman
- Berwarna gelap
- Tempat tumbuh dan berkembangnya
akar tanaman dengan mencari makan pada bagian top soil ini
- Tempat hidup berbagai
mikroorganisme
- Tempat terjadinya humifikasi
- Tanahnya gembur
- Banyak mengandung unsure hara
bagi tanaman
- Porositas dan drainasenya
sangat baik.
- Ketebalannya dipengaruhi oleh
kemiringan, ketinggian dan jumlah tumbuhan yang ada di atasnya
b. Lapisan tanah bawah/subsoil
Ciri-ciri lapisan tanah bawah/subsoil adalah sebagai berikut:
- Berwarna lebih muda dan lebih terang
- Porositas dan drainase rendah
- Ikatan butiran tanah lebih stabil
- Banyak mengalami pelapukan
- Banyak mengandung tanah liat
c. Lapisan bahan atau batuan induk/bed rock
Lapisan batuan induk memiliki ciri-ciri antara lain:
- Lapisan masih berupa batu yang belum mengalami
pelapukan.
- Tempat terdapatnya kantung-kantung air.
- Tempat terjadinya proses pelapukan secara fisik, kimia
dan bilogis dalam waktu yang lama.
Keadaan tanah yang diolah sebaiknya dalam keadaan tidak basah sebab akan lengket dan sukar digemburkan. Selain itu juga tidak terlalu kering, sebab akan terasa keras, sehingga perlu tenaga yang besar. Jadi sebaiknya dalam keadaan lembab agar mudah pengolahannya.
Cara pengolahan tanah untuk bertanam jagung, yaitu:
- Setelah tanah diolah, maka tanah dibuat bedengan dengan
ukuran yang sesuai dengan luas lahan.
- Selain itu di antara bedengan dibuat parit untuk
pengaturan pengairan, yang dalamnya 20 cm dan lebarnya 40 cm.
- Segera dilakukan pembuatan lubang tanam dengan
menggunakan tugal/batang kayu
- Pembuatan jarak antara lubang tanam bergantung pada
kesuburan tanah dan daya tumbuh benih.
4. Penanaman tanaman jagung
Penanaman jagung dilaksanakan pada awal atau akhir musim hujan, sehingga pada masa pertumbuhantanaman jagung masih tersedia air dari curahan hujan.
Penanaman dilakukan dengan cara mengisi lubang tanam dengan satu benih jagung disertai dengan furadan 1 g tiap lubang. Tak lupa pada setiap lubang tanam ditutupi dengan jerami kering terlebih dahulu baru ditutup kembali dengan tanah.
D. Pemeliharaan
Pemeliharaan tanaman jagung adalah proses yang penting, karena akan ikut menentukan hasil produksi dari aktivitas kita bercocok tanam jagung.
Kegiatan pemeliharaan tanaman jagung meliputi:
1. Penyiraman
Cara yang paling mudah untuk memenuhi kebutuhan air bagi tanaman jagung adalah dengan membuat saluran air pada sekeliling lahan atau dari turunnya air hujan. Sebab, bila kita harus menyiram lahan yang begitu luas, akan cukup merepotkan.
Air bagi tanaman jagung dibutuhkan untuk:
- Saat awal pertumbuhan yaitu untuk perkecambahan
- Saat pembentukan tongko
Akibat kekurangan air adalah:
- Biji lama/gagal berkecambah
- Tongkol jagung menjadi kerdil
Cara penyiraman lahan tanaman jagung adalah sebagai berikut:
- Pada daerah yang cukup air, penyiraman dilakukan dengan
cara menyalurkan air pada saluran air antara barisan
tanamannjagung..tunggu sampai 3 jam, bila air masih sisa dalam sxaluran
tadi, maka air harus dibuang.
- Pada lahan yang kering, penyiraman dilakukan dengan
menggunakan gembor.
Waktu penyiraman tanaman jagung adalah:
- Setelah masa tanam jagung selesai, dengan tujuan agar
biji jagung segera berkecambah.
- Setiap hari satu kali tanaman jagung disiram
selama satu minggu.
- Setelah istirahat, penyiraman kembali dilakukan setelah
minggu ke-4.
- Saat pembentukan tongkol, tanaman jagung disiram sehari
sekali agar tumbuh dengan sempurna.
Hal yang perlu diperhatikan dalam penyiraman tanaman jagung adalah:
- Jangan menyiram tanaman jagung jika hari sudah hujan. Karena jika
terlalu banyak air tanaman jagung bisa membusuk dan akhirnya mati.
- Penyiraman hanya dilakukan jika lahan kering saja.
2. Penyiangan
Penyiangan adalah kegiatannmembuang rumput liar/pengganggu yang ikut tumbuh bersama tanamanjagung, yang sering disebut gulma.
Macam-macam rumput liar yang sering tumbuh dalam lahan jagung adalah:
- Rumput teki
- Alang-alang
- Kaki/tapakmkuda
- Meniran
- Krokot
Cara penanggulanggan rumput liar atau gulma ini adalah dngan cara:
- Langsung dicabut dengan tangan secara beramai-ramai.
- Dengan menggunakan herbisida yaitu senyawa kimia yang
digunakan untuk membasmi gulma.
3. Pembubunan
Pembumbunan adalah penimbunan tanah pada sekeliling tanaman jagung. Caranya adalah sebagai berikut:
- Pertama-tama kita bersihkan rumput liar yang tumbuh
disekitar tanaman
jagung, dengan cara dicabut
- Ambil hasil cabutan rumput liar tadi, dan timbun dengan
tanah pada sekeliling tanaman
jagung.
4. Pemberian pupuk
Pemberian pupuk yanmg dimaksudkan disini adalah pemupukan lanjutan, yaitu setelah tanaman jagung berumur 2 minggu, dengan cara ditaburkan pada larikan tanaman jagung
Pemberian urea juga diberikan setelah tanaman jagung berumur 40 hari, dengan tujuan menungkatkan jumlah dan kualitas tongko, jagung.
5. Pemberian garam inggris
Tujuan pemberian garam inggris pada tanaman jagung adalah untuk:
- Menambah kesempurnaan pertumbuhan sruktur daun
- Menambah kesempurnaan pertumbuhan tongkol jagung
- Memperkuat daya tahan tanaman jagung dari serangan
penyakit, seperti bulai
Cara
pemberian garam inggris pada tanaman jagung adalah sebagai berikut:
- Larutkan garam inggris dalam air dengan perbandingan
4:1
- Semprotkan pada bagian daun tanaman
- Lakukan penyemprotan setiap semnggu sekali selama 4
minggu berturut-turut.
6. Pembuangan bunga jantan
Pembuangan bunga jantan pada tanaman jagung dilakukan pada saat bunga jantan keluar, tapi sebelum bunga mekar, jadi belum terjadi penyerbukan.
Tujuan pembuangan bunga jantan adalah untuk:
·
Pengalihan kekuatan/tenaga pada pembuatan
tongkol
·
gar tongkol jagung menjadi lebih besar
·
Agar tongkol menjadi lebih banyak
Pembuangan
bunga jantan dilakukan setelah 40 hari penanaman, untuk tanaman jagung yang
ditanam di dataran rendah.Sedangkan untuk tanaman jagung yang ditanam di dataran
tinggi, pembungaan bunga jantan dilakukan setelah 50 hari penanaman, karena
perbedaan intensitas cahaya matahari yang diterima.
Cara pembuangan bunga jantan adalah sebagai berikut:
- Goyang-goyangkan batang secara perlahan, jangan terlalu
keras sebab dapat merusak bunga,
- Perhatikan pelepah daunnya,
tunggu sampai pelepah daunnya melebar.
- Jika pelepah daun sudah
melebar, maka cavutlah tangkai bunga jantan pada tanman jagung dengan
hati-hati.
E. Pengendalian Hama dan Penyakit
Kegiatan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman jagung dilakukan agar tanaman jagung tidak mengalami gangguan kesehatan, yang akhirnya mengganggu hasil produksinya.
Pengendalian terhadap hama dan penyakit dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:
1. Secara tradisional
- Secara mekanisme atau
penanganan secara langsung.
- Ulat langsung diambil dan
dibasmi
- Tikus, dengan cara digeropyok
beramai-ramai
- Burung dengan diketapel
- Tanaman liar dengan
disiangi/dicabuti secara langsung
- Mengusir burung, dengan
dipasang orang-orangan untuk menakuti dan pergi jauh supaya tidak memakan
jagung.
- Dengan penanaman secara
serentak.
- Dengan mengadakan rotasi
tanaman agar terhimdar dari hama dan penyakit.
2. Modern
- Untuk mencegah serangan
penyakit digunakan fungisida/senyawa kimia pembasmi jamur/fungi. Misalnya,
manzate, DIthane, Antracol, Cobox, dan Vitigran Blue.
- Untuk pengendalian hama
digunakan insektisida/senyawa kimia pembasmi serangga/insekta, yang
berbentuk cairan yang disemprotkan.
Misalnya, Diazinon 60 EC, Baycard 500 EC,
HOpcin 50 EC, Klitop 50 EC, Mipcin 50 WP, Azodrin 15 WSC,
Sedangkan yang berupa butiran adalah furadan 3G, Dharmafur, dan Curater.
Sedangkan yang berupa butiran adalah furadan 3G, Dharmafur, dan Curater.
2.BUDIDAYA SEMANGKA
Budidaya Buah Semangka - Budidaya
Petani.Sebelumnya telah disajikan tentang bagai mana
cara budidaya anggur, Budidaya Kedondong, paladan
pada kesempatan ini akan disajikan tentang Tips Cara Budidaya Buah
Semangka. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya semangka.
Syarat Tumbuh Tanaman Semangka Dalam Budidaya Semangka..
A.Media Tanam
o
Tanah yg cocok utk tanaman semangka adalah
tanah porous (sarang) sehingga mudah m’buang kelebihan air, tetapi tanah yg
terlalu mudah m’buang air kurang baik utk ditanami semangka.
o
Kondisi tanah yg cocok utk tanaman semangka
adalah tanah yg cukup gembur, kaya bahan organik,
bukan tanah asam & tanah kebun/persawahan yg tlah dikeringkan.
o
Keasaman tanah (pH) yg diperlukan antara
6-6,7. Jika pH < 5,5 (tanah asam) maka diadakan pengapuran dgn dosis
disesuaikan dgn tingkat keasaman tanah tersebut.
B.Ketinggian Tempat
o
Ketinggian tempat yg ideal utk areal
penanaman semangka adalah: 100-300 m dpl. Kenyataannya semangka dapat ditanam
di daerah dekat pantai yg m’punyai ketinggian di bawah 100 m dpl & di atas
perbukitan dgn ketinggian lebih dari 300 m dpl.
C.Iklim
o
Suhu udara yg ideal bagipertumbuhan tanaman
semangka adalah suhu harian rata-rata yg b’kisar 20–30 mm.
o
Kelembaban udara cenderung rendah bila sinar
matahari menyinari areal penanaman, b’arti udara kering yg miskin uap air.
Kondisi demikian cocok utk pertumbuhan tanaman semangka, sebab di daerah
asalnya tanaman semangka hidup di lingkungan padang pasir yg b’hawa kering.
Sebaliknya, kelembaban yg terlalu tinggi akan mendorong tumbuhnya jamur perusak
tanaman.
o
Secara teoritis curah hujan yg ideal utk
areal penanaman semangka adalah 40-50 mm/bulan.
o
Seluruh areal pertanaman semangka perlu sinar
matahari sejak terbit sampai tenggelam. Kekurangan sinar matahari menyebabkan
terjadinya kemunduran waktu panen.
o
Tanaman semangka akan dapat tumbuh b’kembang
serta b’buah dgn optimal pada suhu ± 25 derajat C (siang hari).
Bibit Semangka.
o
Persyaratan Benih : Pemilihan jenis benih
semangka yg disemaikan adalah: Hibrida import, terutama benih jenis Triploid
(non biji) yg m’punyai kulit biji yg sangat keras & jenis Haploid (b’biji).
o
Penyiapan Benih : Jenis benih Hibrida impor,
terutama jenis bibit triploid setlah dipilih disiapkan alat bantu utk
menyayat/merenggangkan sedikit karena tanpa direnggangkan biji tersebut sulit
utk b’kecambah, alat bantu tersebut b’bentuk gunting kuku yg m’punyai bentuk
segitiga panjang b’ukuran kecil & disediakan tempat kecil yg m’punyai
permukaan lebar. Jenis Haploid dgn mudah disemai karena bijinya tidak keras
s’hingga mudah m’belah pada waktu b’kecambah.
o
Teknik Penyemaian Benih : Teknik penyemaian
benih semangka dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu :
1.
Perenggangan bibit biji semangka terlebih
dahulu supaya utk m’permudah dlm proses pertumbuhannya;
1.
Perendaman biji dlm suatu satuan obat yg
diramu dari bahan-bahan: 1 liter air hangat suhu 20-25 derajat C; 1 sendok teh
hormon (Atornik, Menedael, Abitonik);
1 sendok peres fungisida (obat anti jamur) seperti: Difoldhan 4T, Dacosnil 75
WP, Benlate; 0,5 sendok teh peres bakterisida (Agrept 25 WP). Setlah direndam
10-30 menit, diangkat & ditiriskan sampai air tidak mengalir lagi &
bibit siap dikecambahkan.
o
Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian :
Kantong-kantong persemaian diletakkan b’deret agar terkena sinar matahari penuh
sejak terbit hingga tenggelam. Dib’i perlindungan plastik transparan serupa
rumah kaca mini & utk salah satu ujungnya terbuka dgn pinggiran yg terbuka.
Pemupukan dilakukan lewat daun utk m’acu perkembangan bibit dicampur dgn obat,
dilakukan rutin setiap 3 hari sekali. Pada usia 14 hari, benih-benih
dipindahkan ke lapangan yg tlah matang & siap ditanami benih tersebut.
o
Pemindahan Bibit : Setlah pengecambahan
dilakukan penyemaian bibit menggunakan kantong-kantong plastik b’ukuran : 12 cm
x (0,2 - 0,3 )mm. Satu kantong ditanam
satu benih (sudut kantong dipotong secukupnya utk pengurangan sisa air) &
diisi campuran tanah dgn pupuk organik komposisi: 1 bagian tanah kebun, 1
bagian kompos/humus, 1 bagian pupuk kandang yg sudah matang. Setlah bibit
b’umur 12-14 hari & tlah b’daun 2-3 helai, dipindahkan ke areal penanaman
yg tlah diolah.
o
Penentuan Pola Tanaman : Tanaman semangka
merupakan tanaman semusim dgn pola tanam monokultur.
o
Pembuatan Lubang Tanaman : Penanaman bibit
semangka pada lahan lapangan, setlah persemaian b’umur 14 hari & tlah
tumbuh daun ± 2-3 lembar. Sambil menunggu bibit cukup besar dilakukan
pelubangan pada lahan dgn kedalaman 8-10 cm. Persiapan pelubangan lahan tanaman
dilakukan 1 minggu sebelum bibit dipindah ke darat. B’jarak 20-30 cm dari
tepi bendengan dgn jarak antara lubang sekitar 80-100 cm/t’gantung tebal
tipisnya bedengan. Lahan t’tutup dgn plastik mulsa, maka diperlukan alat bantu
dari kaleng bekas cat ukuran 1 kg yg diberi lubang-lubang disesuaikan dgn
kondisi tanah bendengan yg diberi lobang.
o
Cara Penanaman : Setlah dilakukan pelubangan,
areal penanaman disiram secara massal supaya tanah siap menerima penanaman
bibit sampai menggenangi areal sekitar ¾ tinggi bedengan, & dibiarkan
sampai air meresap. Sebelum batang bibit ditanam dilakukan perendaman, agar
mudah pelepasan bibit menggunakan kantong plastik yg ada. Langkah imunisasi
dilakukan dgn perendaman selama 5-10 menit disertai campuran larutan obat
obatan. Susunan obat t’diri dari: 1 sendok teh hormon Atonik, Abitonik,
dekamon, menedael, 1 sendok teh peres bakterisida tepung, 1 sendok teh peres
fungisida serbuk/tepung (Berlate, dithane M-45, Daconiel). Urutan penanaman
adalah sebagai b’ikut:
1.
Kantong plastik diambil hati-hati supaya akar
tidak rusak.
1.
Tanam dgn tanah posisi kantong & masukkan
ke lubang yg sudah disiapkan
1.
Celah-celah lubang ditutup dgn tanah yg tlah
disiapkan
1.
Lubang tanaman yg t’sisa ditutup dgn tanah
& disiram sedikit air agar media bibit menyatu dgn tanah disekeliling dpt
b’satu tanpa t’sisa.
Cara Pengolahan Lahan Untuk Tanaman Semangka
dalam Budidaya Semangka. Ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam Cara Pengolahan Lahan Untuk Tanaman Semangka.
o
Persiapan : Bila areal bekas kebun, perlu
dib’sihkan dari tanaman terdahulu yg masih tumbuh. Bila bekas persawahan,
dikeringkan dulu beb’apa hari sampai tanah itu mudah dicangkul, kemudian
diteliti pH tanahnya.
o
Pembukaan Lahan : Lahan yg ditanami dilakukan
pembalikan tanah utk menghancurkan tanah hingga menjadi bongkahan-bongkahan yg
merata. Tunggul bekas batang/jaringan perakaran tanaman terdahulu dibuang
keluar dari areal, & juga segala jenis batuan yg ada dibuang, s’hingga
tidak m’pengaruhi perkembangan tanaman semangka yg akan ditanam di areal
tersebut.
o
Pembentukan Bendengan : Tanaman semangka
m’butuhkan bendengan supaya air yg t'kandung di dlm tanah mudah mengalir keluar
melalui saluran drainase yg dibuat. Jumlah bendengan t'gantung jumlah baris
tanam yg dikehendaki oleh si penanam (bentuk bendengan baris tanaman ganda,
bendengan melintang pada areal penanaman). Lebar bendengan 7-8 meter, t'gantung
tebal tipis & tinggi bendengan (tinggi bendengan minimum 20 cm).
o
Pengapuran : Dilakukan dgn pemb’ian jenis
kapur pertanian yg me-ngandung unsur Calsium (Ca) & Magnesium (Mg) yg
b’sifat menetralkan keasaman tanah & menetralkan racun dari ion logam yg
terdapat didlm tanah. Dgn kapur Karbonat/kapur dolomit. Penggunaan kapur per
1000 m 2 pada pH tanah 4-5 diperlukan 150-200 kg dolomit , utk antara pH 5-6
dibutuhkan 75-150 kg dolomit & pH >6 dibutuhkan dolomit sebanyak 50 kg.
o
Pemupukan : Pupuk yg dipakai adalah pupuk
organik & pupuk buatan. Pupuk kandang yg digunakan adalah pupuk kandang yg
b’asal dari hewan sapi/kerbau & dipilih pupuk kandang yg sudah matang.
Pupuk kandang b’guna utk m’bantu m’ulihkan kondisi tanah yg kurang subur, dgn
dosis 2 kg/ bedengan. Caranya, ditaburkan disekeliling baris bendengan secara
merata. Pupuk t'sebut t'diri atas:
1.
Pupuk Makro yg t'diri dari unsur Nitrogen,
Phospor, Kalsium (dibuat dari pupuk ZA, TSP & KCl);
1.
Pupuk Mikro yang t'diri dari Kalsium (Ca)
Magnesium (Mg) Mangaan (Mn), Besi (Fe), Belerang (S), Tembaga (Cu), Seng (Zn)
Boron (Bo) & Molibden (Mo). Pupuk t'sebut, dijual dgn beb’apa merek seperti
Mikroflex, Microsil dll. Penggunaannya, dicampur 1% obat anti hama penggerek
batang.
o
Lain-lain : Tahap penghalusan & perataan
bongkahan tanah pada sisi bendengan pada tempat penanaman semangka dilakukan
dgn cangkul. Di bagian tengah, sebagai landasan buah pada bedengan, diratakan
& diatas lapisan ini dib’i jerami kering utk perambatan semangka &
peletakan buah. Bendengan perlu disiangi, disiram & dilapisi jerami kering
setebal 2-3 cm & plastik mulsa dgn lebar plastik 110-150 cm agar menghambat
penguapan air & tumbuh tanaman liar. Pemakaian plastik lebih menguntungkan
karena lebih tahan lama, sampai 8-12 bulan pada areal t'buka (2 - 3 kali
periode penanaman). Plastik sisa yg b’warna perak yg m’antulkan sinar matahari
& secara tidak langsung m’bantu tanaman banyak mendpt sinar matahari utk
pertumbuhannya.
Cara Memelihara Semangka.
o
Penjarangan &Penyulaman : Tanaman
semangka yg b’umur 3-5 hari perlu diperhatikan, apabila tumbuh t’lalu
lebat/tanaman mati dilakukan penyulaman/diganti dgn bibit baru yg tlah
disiapkan dari bibit cadangan. Dilakukan penjarangan bila tanaman t’lalu lebat
dgn m’pangkas daun & batang yg tidak diperlukan, karena menghalangi sinar
matahari yg m’bantu perkembangan tanaman.
o
Penyiangan : Tanaman semangka cukup m’punyai
dua buah saja, dgn pengaturan cabang primer yg cenderung banyak. Dipelihara 2-3
cabang tanpa m’otong ranting sekunder. Perlu penyiangan pada ranting yg tidak
b’guna, ujung.cabang sekunder dipangkas & disisakan 2 helai daun. Cabang
sekunder yg tumbuh pada ruas yg ada buah ditebang karena mengganggu pertumbuhan
buah. Pengaturan cabang utama & cabang primer agar semua daun pada tiap
cabang tidak saling menutupi, s’hingga pembagian sinar merata, yg m’pengaruhi
pertumbuhan baik pohon/buahnya.
o
Pembubunan : Lahan penanaman semangka
dilakukan pembubunan tanah agar akar menyerap makanan secara maksimal &
dilakukan setlah beb’apa hari penanaman.
o
Perempalan : Dilakukan melalui penyortiran
& pengambilan tunas-tunas muda yg tidak b’guna karena m’pengaruhi pertumbuhan
pohon/buah semangka yg sedang b’kembang. Perempelan dilakukan utk mengurangi
tanaman yg t’lalu lebat akibat banyak tunas-tunas muda yg kurang b’manfaat.
o
Pemupukan : Pemb’ian pupuk organik pada saat
sebelum tanam tidak akan semuanya t’serap, maka dilakukan pemupukan susulan yg
disesuaikan dgn fase pertumbuhan. Pada pertumbuhan vegetative diperlukan pupuk
daun (Topsil D), pada fase pembentukan buah & pemasakan diperlukan
pemupukan Topsis B utk m’perbaiki kualitas buah yg dihasilkan. Pemb’ian pupuk daun
dicampur dgn insekstisida & fungisida yg disemprotkan b’samaan secara
rutin. Adapun penyemprotan dilakukan sebagai b’ikut:
1.
Pupuk daun dib’ikan pada saat 7, 14, 21, 28
& 35 hari setlah tanam;
1.
Pupuk buah dib’ikan pada saat 45 & 55
hari setlah tanam;
1.
ZA & NPK (perbandingan 1:1) dilakukan 21
hari setlah tanam sebanyak 300 ml, 25 hari setlah tanam
sebanyak 400 ml & 55 hari setlah tanam sebanyak 400 ml.
o
Pengairan &Penyiraman : Sistim irigasi yg
digunakan sistem Farrow Irrigation: air dialirkan melalui saluran diantara
bedengan, frekuensi pemberian air pada musim kemarau 4-6 hari dgn volume
pengairan tidak b’lebihan. Bila dgn pompa air sumur (diesel air) penyiraman
dilakukan dgn bantuan slang plastik yg cukup besar s’hingga lebih cepat.
Tanaman semangka m’erlukan air secara terus menerus & tidak
kekurangan air.
kekurangan air.
o
Waktu Penyemprotan Pestisida : Selain pupuk
daun, insktisida & fungisida, ada obat lain yaitu ZPZ (zat perangsang
tumbuhan); bahan perata & perekat pupuk makro (Pm) b’bentuk cairan. Dosis
ZPT: 7,5 cc, Agristik: 7,5 cc & Metalik (Pm): 10 cc utk setiap 14-17 litter
pelarut. Penyemprotan campuran obat dilakukan setlah tanaman b’usia >20 hari
di lahan. Selanjutnya dilakukan tiap 5 hari sekali hingga umur 70 hari.
Penyemprotan dilakukan dgn sprayer utk areal yg tidak t’lalu luas &
menggunakan mesin b’tenaga diesel bila luas lahan ribuan hektar. Penyemprotan
dilakukan pagi & sore hari t’gantung kebutuhan & kondisi cuaca.
o
Pemeliharaan Lain : Seleksi calon buah
merupakan pekerjaan yg penting utk m’peroleh kualitas yg baik (berat buah cukup
besar, t’letak antara 1,0-1,5 m dari perakaran tanaman), calon buah yg dekat
dgn perakaran b’ukuran kecil karena umur tanaman relatif muda (ukuran sebesar
telur ayam dlm bentuk yg baik & tidak cacat). Setiap tanaman diperlukan
calon buah 1-2 buah, sisanya di pangkas. Setiap calon buah ± 2
kg sering dibalik guna menghindari warna yg kurang baik akibat ketidak-merataan
t’kena sinar matahari, s’hingga warna kurang menarik & menurunkan harga
jual buah itu sendiri.
1.JAGUNG
I. PENDAHULUAN
Di Indonesia jagung merupakan komoditi tanaman pangan penting, namun tingkat produksi belum optimal. PT. Natural Nusantara berupaya meningkatkan produksi tanaman jagung secara kuantitas, kualitas dan ramah lingkungan /berkelanjutan ( Aspek K-3).
II. SYARAT PERTUMBUHAN
Curah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan dan harus merata.Pada fase pembungaan dan pengisian biji perlu mendapatkan cukup air.Sebaiknya ditanam awal musim hujan atau menjelang musim kemarau. Membutuhkan sinar matahari, tanaman yang ternaungi, pertumbuhannya akan terhambat dan memberikan hasil biji yang tidak optimal. Suhu optimum antara 230 C - 300 C. Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah khusus, namun tanah yang gembur, subur dan kaya humus akan berproduksi optimal. pH tanah antara 5,6-7,5. Aerasi dan ketersediaan air baik, kemiringan tanah kurang dari 8 %. Daerah dengan tingkat kemiringan lebih dari 8 %, sebaiknya dilakukan pembentukan teras dahulu.Ketinggian antara 1000-1800 m dpl dengan ketinggian optimum antara 50-600 m dpl
III.PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
A. Syarat benih
Benih sebaiknya bermutu tinggi baik genetik, fisik dan fisiologi (benih hibryda).Daya tumbuh benih lebih dari 90%.Kebutuhan benih + 20-30 kg/ha.Sebelum benih ditanam, sebaiknya direndam dalam POC NASA (dosis 2-4 cc/lt air semalam).
B. Pengolahan Lahan
Lahan dibersihkan dari sisa tanaman sebelumnya, sisa tanaman yang cukup banyak dibakar, abunya dikembalikan ke dalam tanah, kemudian dicangkul dan diolah dengan bajak. Tanah yang akan ditanami dicangkul sedalam 15-20 cm, kemudian diratakan. Setiap 3 m dibuat saluran drainase sepanjang barisan tanaman. Lebar saluran 25-30 cm, kedalaman 20 cm. Saluran ini dibuat terutama pada tanah yang drainasenya jelek.Di daerah dengan pH kurang dari 5, tanah dikapur (dosis 300 kg/ha) dengan cara menyebar kapur merata/pada barisan tanaman, + 1 bulan sebelum tanam. Sebelum tanam sebaiknya lahan disebari GLIO yang sudah dicampur dengan pupuk kandang matang untuk mencegah penyakit layu pada tanaman jagung.
C. Pemupukan
Di Indonesia jagung merupakan komoditi tanaman pangan penting, namun tingkat produksi belum optimal. PT. Natural Nusantara berupaya meningkatkan produksi tanaman jagung secara kuantitas, kualitas dan ramah lingkungan /berkelanjutan ( Aspek K-3).
II. SYARAT PERTUMBUHAN
Curah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan dan harus merata.Pada fase pembungaan dan pengisian biji perlu mendapatkan cukup air.Sebaiknya ditanam awal musim hujan atau menjelang musim kemarau. Membutuhkan sinar matahari, tanaman yang ternaungi, pertumbuhannya akan terhambat dan memberikan hasil biji yang tidak optimal. Suhu optimum antara 230 C - 300 C. Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah khusus, namun tanah yang gembur, subur dan kaya humus akan berproduksi optimal. pH tanah antara 5,6-7,5. Aerasi dan ketersediaan air baik, kemiringan tanah kurang dari 8 %. Daerah dengan tingkat kemiringan lebih dari 8 %, sebaiknya dilakukan pembentukan teras dahulu.Ketinggian antara 1000-1800 m dpl dengan ketinggian optimum antara 50-600 m dpl
III.PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
A. Syarat benih
Benih sebaiknya bermutu tinggi baik genetik, fisik dan fisiologi (benih hibryda).Daya tumbuh benih lebih dari 90%.Kebutuhan benih + 20-30 kg/ha.Sebelum benih ditanam, sebaiknya direndam dalam POC NASA (dosis 2-4 cc/lt air semalam).
B. Pengolahan Lahan
Lahan dibersihkan dari sisa tanaman sebelumnya, sisa tanaman yang cukup banyak dibakar, abunya dikembalikan ke dalam tanah, kemudian dicangkul dan diolah dengan bajak. Tanah yang akan ditanami dicangkul sedalam 15-20 cm, kemudian diratakan. Setiap 3 m dibuat saluran drainase sepanjang barisan tanaman. Lebar saluran 25-30 cm, kedalaman 20 cm. Saluran ini dibuat terutama pada tanah yang drainasenya jelek.Di daerah dengan pH kurang dari 5, tanah dikapur (dosis 300 kg/ha) dengan cara menyebar kapur merata/pada barisan tanaman, + 1 bulan sebelum tanam. Sebelum tanam sebaiknya lahan disebari GLIO yang sudah dicampur dengan pupuk kandang matang untuk mencegah penyakit layu pada tanaman jagung.
C. Pemupukan
|
Waktu |
Dosis Pupuk Makro (per ha) |
Dosis POC NASA |
||
|
Urea (kg) |
TSP (kg) |
KCl (kg) |
||
|
Perendaman benih |
-
|
-
|
-
|
2 - 4 cc/ lt air |
|
Pupuk dasar |
120
|
80
|
25
|
20 - 40 tutup/tangki ( siram merata ) |
|
2 minggu |
-
|
-
|
-
|
4 - 8 tutup/tangki ( semprot/siram) |
|
Susulan I (3 minggu) |
115
|
-
|
55
|
- |
|
4 minggu |
-
|
-
|
-
|
4 - 8 tutup/tangki ( semprot/siram ) |
|
Susulan II (6minggu) |
115
|
-
|
-
|
4 - 8 tutup/tangki ( semprot/siram ) |
Catatan : akan lebih baik pupuk dasar menggunakan SUPER NASA dosis ± 1 botol/1000 m2 dengan cara :
- alternatif 1 : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 lt air (jadi larutan induk). Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
- alternatif 2 : 1 gembor (10-15 lt) beri 1 sendok peres makan SUPER NASA untuk menyiram + 10 m bedengan.
D. Teknik Penanaman
1. Penentuan Pola Tanaman
Beberapa pola tanam yang biasa diterapkan :
1. Penentuan Pola Tanaman
Beberapa pola tanam yang biasa diterapkan :
1.
Tumpang sari ( intercropping )
: melakukan penanaman lebih dari 1 tanaman (umur sama atau berbeda).
Contoh: tumpang sari sama umur seperti jagung dan kedelai; tumpang sari beda
umur seperti jagung, ketela pohon, padi gogo.
2.
Tumpang gilir ( Multiple Cropping
): dilakukan secara beruntun sepanjang tahun dengan mempertimbangkan
faktor-faktor lain untuk mendapat keuntungan maksimum. Contoh: jagung muda,
padi gogo, kedelai, kacang tanah, dll.
3.
Tanaman Bersisipan ( Relay Cropping
): pola tanam dengan menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman
selain tanaman pokok (dalam waktu tanam yang bersamaan atau waktu yang
berbeda). Contoh: jagung disisipkan kacang tanah, waktu jagung menjelang panen
disisipkan kacang panjang.
4.
Tanaman Campuran ( Mixed Cropping )
: penanaman terdiri beberapa tanaman dan tumbuh tanpa diatur jarak
tanam maupun larikannya, semua tercampur jadi satu. Lahan efisien, tetapi
riskan terhadap ancaman hama dan penyakit. Contoh: tanaman campuran seperti
jagung, kedelai, ubi kayu.
2. Lubang Tanam dan Cara
Tanam
Lubang tanam ditugal, kedalaman 3-5 cm, dan tiap lubang hanya diisi 1 butir benih.Jarak tanam jagung disesuaikan dengan umur panennya, semakin panjang umurnya jarak tanam semakin lebar.Jagung berumur panen lebih 100 hari sejak penanaman, jarak tanamnya 40x100 cm (2 tanaman /lubang).Jagung berumur panen 80-100 hari, jarak tanamnya 25x75 cm (1 tanaman/lubang).Panen <>E. Pengelolaan Tanaman
1.Penjarangan dan Penyulaman
Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik, dipotong dengan pisau atau gunting tajam tepat di atas permukaan tanah. Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan, karena akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh. Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh/mati, dilakukan 7-10 hari sesudah tanam (hst). Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman.
2. Penyiangan
Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali.Penyiangan pada tanaman jagung yang masih muda dapat dengan tangan atau cangkul kecil, garpu dll.Penyiangan jangan sampai mengganggu perakaran tanaman yang pada umur tersebut masih belum cukup kuat mencengkeram tanah maka dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari.
3. Pembumbunan
Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan untuk memperkokoh posisi batang agar tanaman tidak mudah rebah dan menutup akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena adanya aerasi.Dilakukan saat tanaman berumur 6 minggu, bersamaan dengan waktu pemupukan.Tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengan cangkul, kemudian ditimbun di barisan tanaman. Dengan cara ini akan terbentuk guludan yang memanjang.
4. Pengairan dan Penyiraman
Setelah benih ditanam, dilakukan penyiraman secukupnya, kecuali bila tanah telah lembab, tujuannya menjaga agar tanaman tidak layu. Namun menjelang tanaman berbunga, air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan air pada parit-parit di antara bumbunan tanaman jagung.
G. Panen dan Pasca Panen
1. Ciri dan Umur Panen
Umur panen + 86-96 hari setelah tanam. Jagung untuk sayur (jagung muda, baby corn) dipanen sebelum bijinya terisi penuh (diameter tongkol 1-2 cm), jagung rebus/bakar, dipanen ketika matang susu dan jagung untuk beras jagung, pakan ternak, benih, tepung dll dipanen jika sudah matang fisiologis.
2. Cara Panen
Putar tongkol berikut kelobotnya/patahkan tangkai buah jagung.
3. Pengupasan
Dikupas saat masih menempel pada batang atau setelah pemetikan selesai, agar kadar air dalam tongkol dapat diturunkan sehingga cendawan tidak tumbuh.
4. Pengeringan
Pengeringan jagung dengan sinar matahari (+7-8 hari) hingga kadar air + 9% -11 % atau dengan mesin pengering.
5. Pemipilan
Setelah kering dipipil dengan tangan atau alat pemipil jagung.
6. Penyortiran dan Penggolongan
Biji-biji jagung dipisahkan dari kotoran atau apa saja yang tidak dikehendaki (sisa-sisa tongkol, biji kecil, biji pecah, biji hampa, dll). Penyortiran untuk menghindari serangan jamur, hama selama dalam penyimpanan dan menaikkan kualitas panenan.
Lubang tanam ditugal, kedalaman 3-5 cm, dan tiap lubang hanya diisi 1 butir benih.Jarak tanam jagung disesuaikan dengan umur panennya, semakin panjang umurnya jarak tanam semakin lebar.Jagung berumur panen lebih 100 hari sejak penanaman, jarak tanamnya 40x100 cm (2 tanaman /lubang).Jagung berumur panen 80-100 hari, jarak tanamnya 25x75 cm (1 tanaman/lubang).Panen <>E. Pengelolaan Tanaman
1.Penjarangan dan Penyulaman
Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik, dipotong dengan pisau atau gunting tajam tepat di atas permukaan tanah. Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan, karena akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh. Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh/mati, dilakukan 7-10 hari sesudah tanam (hst). Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman.
2. Penyiangan
Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali.Penyiangan pada tanaman jagung yang masih muda dapat dengan tangan atau cangkul kecil, garpu dll.Penyiangan jangan sampai mengganggu perakaran tanaman yang pada umur tersebut masih belum cukup kuat mencengkeram tanah maka dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari.
3. Pembumbunan
Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan untuk memperkokoh posisi batang agar tanaman tidak mudah rebah dan menutup akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena adanya aerasi.Dilakukan saat tanaman berumur 6 minggu, bersamaan dengan waktu pemupukan.Tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengan cangkul, kemudian ditimbun di barisan tanaman. Dengan cara ini akan terbentuk guludan yang memanjang.
4. Pengairan dan Penyiraman
Setelah benih ditanam, dilakukan penyiraman secukupnya, kecuali bila tanah telah lembab, tujuannya menjaga agar tanaman tidak layu. Namun menjelang tanaman berbunga, air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan air pada parit-parit di antara bumbunan tanaman jagung.
G. Panen dan Pasca Panen
1. Ciri dan Umur Panen
Umur panen + 86-96 hari setelah tanam. Jagung untuk sayur (jagung muda, baby corn) dipanen sebelum bijinya terisi penuh (diameter tongkol 1-2 cm), jagung rebus/bakar, dipanen ketika matang susu dan jagung untuk beras jagung, pakan ternak, benih, tepung dll dipanen jika sudah matang fisiologis.
2. Cara Panen
Putar tongkol berikut kelobotnya/patahkan tangkai buah jagung.
3. Pengupasan
Dikupas saat masih menempel pada batang atau setelah pemetikan selesai, agar kadar air dalam tongkol dapat diturunkan sehingga cendawan tidak tumbuh.
4. Pengeringan
Pengeringan jagung dengan sinar matahari (+7-8 hari) hingga kadar air + 9% -11 % atau dengan mesin pengering.
5. Pemipilan
Setelah kering dipipil dengan tangan atau alat pemipil jagung.
6. Penyortiran dan Penggolongan
Biji-biji jagung dipisahkan dari kotoran atau apa saja yang tidak dikehendaki (sisa-sisa tongkol, biji kecil, biji pecah, biji hampa, dll). Penyortiran untuk menghindari serangan jamur, hama selama dalam penyimpanan dan menaikkan kualitas panenan.
3.KACANG TANAH
Di
Indonesia, kacang tanah merupakan tanaman yang paling banyak ditanam setelah
padi, jagung dan kacang kedelai. Budidaya kacang tanah (Arachis hypogaea)
biasanya diaplikasikan sebagai tanaman sela ataupun tumpang sari.Seperti
tanaman leguminosa lainnya, kacang tanah sering digunakan petani untuk
memperbaiki kandungan nitrogen dalam tanah.Tanaman ini memiliki bintil akar
tempat hidup bakteri rhizobium yang bisa mengikat nitrogen
dari udara.
Budidaya kacang tanah cocok di daerah dengan
curah hujan sedang.Curah hujan yang terlalu tinggi menyebabkan bunga sulit
diserbuki dan zona perakaran terlalu lembab sehingga menyuburkan pertumbuhan
jamur dan penyakit yang menyerang buah.Penyinaran matahari penuh dibutuhkan
saat perkembangan daun dan pembesaran buah.Budidaya kacang tanah idealnya
berada di ketinggian 50-500 meter dari permukaan laut.Namun, tanaman ini bisa
beradaptasi hingga ketinggian 1500 meter.
Budidaya kacang tanah efektif dilakukan pada
tanah gembur dengan kandungan unsur hara kalsium (Ca), nitrogen (N), kalium (K)
dan pospat (P) yang cukup. Derajat kesaman (pH) ideal bagi tumbuhan ini sekitar
5-6,3. Tanah gembur dengan struktur yang ringan sangat baik untuk perkembangan
ginofor, bakal buah yang tumbuh memanjang ke dalam tanah.
Unsur Ca sangat dibutuhkan tanaman kacang
tanah pada fase generatif.Ketersediaan unsur ini sangat berpengaruh pada
produktivitas tanaman dalam menghasilkan kacang.Dalam metode pertanian organik,
unsur Ca bisa dipenuhi dari penambahan kapur pertanian atau dolomit saat
pengolahan lahan.Pada lahan yang mempunyai keasaman tinggi atau lahan basah,
keperluan untuk menambahkan kapur lebih tinggi dibanding lahan kering ber-pH
netral.
Perlu dicatat juga, meskipun tanaman kacang
tanah mempunyai bintil akar tempat bakteri Rhizobium berkembang, tanaman ini
tetap membutuhkan unsur N terutama di awal tanam.Selanjutnya, bakteri Rhizobium
bisa menyediakan unsur N hingga 75-85% dari kebutuhan.
Pemilihan benih kacang
tanah
Benih kacang tanah didapatkan dari kacang
yang dibiarkan sampai tua, kira-kira 100 hari.Buah yang siap dijadikan benih
warnanya kehitaman dan apabila dibuka tidak memiliki selaput pada bagian dalam
cangkang.Setelah benih dipanen, sortasi terlebih dahulu kemudian jemur selama
4-5 hari.Untuk menjaga kualitasnya, benih kacang tanah sebaiknya disimpan
selama 3-6 bulan saja.Cangkang kacang sebaiknya tidak dikupas selama masa
penyimpanan. Buka cangkang hanya apabila benih akan digunakan. Benih yang
paling baik untuk ditanam adalah benih yang baru.
Pengolahan tanah dalam
budidaya kacang tanah organik
Untuk mendapat hasil maksimal, tanah tempat
budidaya kacang tanah harus digemburkan terlebih dahulu dengan dibajak hingga
menjadi butiran halus.Kemudian tambahkan kapur sebanyak 2 ton per
hektar.Campurkan secara merata dengan tanah yang telah dibajak, diamkan selama
2 hari.
Gunakan pupuk kandang yang telah matang atau
pupuk kompos sebagai pupuk dasar.Apabila tersedia, gunakan campuran pupuk kandang
dari kotoran ayam dengan kotoran kambing atau sapi.Campurkan dengan tanah
secara merata.Budidaya kacang tanah bisa dilakukan dengan bedengan atau tanpa
bedengan.Bedengan diperlukan apabila lahan yang digunakan rawan tergenang
air.Drainase yang baik diperlukan untuk menjaga kesehatan tanaman.
Penanaman kacang tanah dilakukan dengan cara
ditugal dengan jarak tanam 25×25 cm. Isi setiap lubang dengan satu butir benih.
Diperlukan sekitar 50 kg benih untuk satu hektar luasan tanam.Setelah benih
ditanam, siram setiap pagi dan sore. Kacang tanah akan berkecambah setelah 4-7
hari.
Perawatan dan pemupukan
Kacang tanah sudah tumbuh serempak setelah
satu minggu dan mulai berbunga pada umur 20 hari dan berlanjut hingga umur 75
hari. Hanya bunga yang keluar diatas umur 30 hari yang akan menjadi polong.
Setelah terjadi penyerbukan dan pembuahan, akan tumbuh ginofor atau bakan buah
pada hari ke-3 sampai ke-4. Kemudian ginofor tersebut akan menuju dan menembus
tanah untuk membentuk polong.
Perawatan yang diperlukan pada saat tanaman
berbunga antara lain, pemberian pupuk tambahan. Sebaiknya tambahkan pupuk yang
banyak mengandung posfor, supaya buahnya bagus dan banyak.Selain itu, lakukan
penyiangan dan pembubunan tanah sehingga menutupi akar, batang dan daun bagian bawahnya.Hal
ini bertujuan untuk memperbanyak biji.
Beberapa hama yang biasanya menyerang tanaman
kacang tanah antara lain uret (pemakan akar), ulat penggulung daun, ulat
grayak, dan ulat jengkal. Sedangkan, jenis penyakit yang sering dijumpai adalah
penyakit layu, sapu setan, bercak daun, gapong, sklerotium, dan penyakit karat.
Pengendalian hama dan penyakit tersebut adalah dengan melakukan olah tanah
dengan baik, penggunaan pupuk kandang yang sudah matang, menanam serempak,
penyiangan intensif, bersihkan gulma, menanam serentak, pergiliran tanaman.
Tanaman berpenyakit dicabut, dibuang dan dimusnahkan, sanitasi lingkungan dan
menanam varietas tanaman yang tahan penyakit.
Panen budidaya kacang tanah
Kacang tanah dipanen pada umur 90 hari
setelah tanam. Ciri-ciri fisik kacang tanah siap panen antara lain batangnya
mengeras, daun mulai menguning dan berguguran. Selain itu kita juga bisa
mengambil sampling dan memeriksa secara langsung apakah bijinya sudah terisi
penuh atau tidak.
4.TOMAT
Tanaman tomat merupakan salah satu jenis
tanaman hortikultura bernilai ekonomis tinggi, untukitu cara
menanam tomat yang baik perlu diperhatikan. Cara menanam tomat perlu dilakukan
secara intensif agar produksi optimal. Tanaman tomat termasuk komoditas
multiguna, selainberfungsi sebagai sayuran
dan buah, tomat juga dimanfaatkan sebagai bahan dasar kosmetik serta
obat-obatan.
Berdasarkan tipe pertumbuhannya, tanaman
tomat dibedakan menjadi dua, yaitu determinate dan indeterminate. Tipe
determinate memiliki postur tanaman pendek, tandan bunga terletak di setiap
ruas batang serta di ujung tanaman. Sedangkan tipe indeterminate, postur
tanaman tinggi, tandanbunga
terletak berseling di antara 2-3 ruas, ujung tanaman tomat tumbuh pucuk muda.
Tanaman tomat tipe indeterminate berbuah besar.
SYARAT TUMBUH TANAMAN TOMAT
PELAKSANAAN TEKNIS BUDIDAYA TOMAT
Tanaman tomat memerlukan curah hujan antara
100-220 mm/hujan dengan ketinggian
tempat optimal 100-1000 mdpl. Intensitas sinar matahari berkisar antara 10-12
jam per hari. Suhu optimal pertumbuhan tanaman tomat berkisar 25-30°C,
sedangkan proses pembungaan membutuhkan suhu malam hari 15-20°C.
Air sangat dibutuhkan oleh tanaman tomat karena 90% kandungan tomat terdiri
dari air. Lokasi penanaman tomat sebaiknya bukan bekas lahan tanaman tomat atau
tanaman sefamili. Minimal sudah diberakan selama 2 tahun agar diperoleh hasil
optimal.
Pengukuran pH tanah diperlukan untuk menentukan jumlah pemberian
kapur pertanian pada tanah masam atau pH rendah (di bawah 6,5). Pengukuran bisa
menggunakan kertas lakmus, pH meter, atau cairan pH tester. Pengambilan titik
sampel bisa dilakukan secara zigzag.
PELAKSANAAN
BUDIDAYA TOMAT
Persiapan Lahan Budidaya Tomat
Persiapan lahan budidaya tomat meliputi
pembajakan dan penggaruan tanah, Pembuatan bedengan kasar selebar 110-120 cm,
tinggi 40-70 cm dan lebar parit 50-70 cm, pemberian kapur pertanian sebanyak
200 kg/rol mulsa PHP (Plastik Hitam Perak) untuk tanah dengan pH di bawah 6,5,
pemberian pupuk kandang fermentasi sebanyak 40 ton/ha dan pupuk NPK 15-15-15
sebanyak 150 kg/rol mulsa PHP, kemudian dilakukan pengadukan/pencacakan
bedengan agar pupuk yangsudah diberikan
bercampur dengan tanah, persiapan selanjutnya pemasangan mulsa PHP, pembuatan
lubang tanam dengan jarak tanam ideal untuk musim kemarau 60 cm x 60 cm
sedangkan musim penghujan bisa diperlebar 70 cm x 70 cm, kemudian dilakukan
pemasangan ajir. Pemasangan ajir dianjurkan
dengan sistem ajir tegak supaya kelembaban tanaman tomat terjaga, masing2 ajir
dihubungkan gelagar. Agar serangkaian ajir tersebut menjadi kuat, ajir paling
pinggir dan setiap 4 ajir dipasang ajir penguat membentuk sudut ± 45°.
Persiapan Pembibitan dan Penanaman Budidaya
Tomat
Persiapan pembibitan budidaya tomat
membutuhkan rumah atau sungkup pembibitan untuk melindungi bibit muda. Kemudian
menyediakan media semai dengan komposisi 20
liter tanah, 10 liter pupuk kandang, dan 150 g NPK halus. Media campuran
dimasukkan ke dalam polibag semai. Sebelum melakukan penyemaian benih,
sebaiknya benih direndam dalam larutan fungisida sistemik berbahan aktif
simokanil atau metalaksil dengan dosis ½ dosis terendah yang dianjurkan pada
kemasan selama ± 6 jam, baru kemudian benih disemai di media. Untuk mempercepat
perkecambahan benih permukaan media ditutup kain goni (bisa menggunakan mulsa
PHP), dijaga dalam keadaan lembab.
Pembukaan penutup permukaan media semai
dilakukan apabila benih sudah berkecambah, baru kemudian benih disungkup
menggunakan plastik transparan. Pembukaan sungkup
dimulai jam 07.00 - 09.00, dibuka lagi jam 15.00-17.00. Umur 5 hari menjelang
tanam sungkup harus dibuka secara penuh untuk penguatan tanaman. Penyiraman
jangan terlalu basah, dilakukan setiap pagi. Penyemprotan fungisida berbahan
aktif simoksanil dan insektisida berbahan aktif imidakloprid
dilakukan umur 10 hss (hari setelah semai) dengan dosis ½ dosis terendah. Bibit
berdaun sejati 4 helai siap dipindah tanam ke lahan.
PEMELIHARAAN
TANAMAN PADA BUDIDAYA TOMAT
Penyulaman Budidaya Tomat
Penyulaman budidaya tomat dilakukan
sampai umur tanaman
tomat 2 minggu. Tanaman tomat yang sudah terlalu tua apabila masih terus disulam
mengakibatkan pertumbuhan tidak seragam. Berpengaruh terhadap pengendalian hama
penyakit.
Perempelan tunas samping tanaman tomat
dilakukan sampai pembentukan cabang, baik cabang utama, cabang kedua, ketiga
dan seterusnya di atas cabang utama. Jadi, di atas cabang utama, cabang
dipelihara adalah cabang-cabang produktif. Perempelan tunas samping dilakukan
pada semua tunas yang keluar di ketiak daun, baik di bawah cabang utama maupun
di bawah cabang-cabang produktif. Perempelan tunas di bawah cabang utama
bertujuan memacu pertumbuhan vegetatif tanaman agar tanaman tomat tumbuh kekar,
disamping itu juga menjaga kelembabantanaman tomat saat tanaman sudah dewasa,
sedangkan perempelan tunas di bawah cabang-cabang produktif bertujuan menjaga
kelembaban tanaman tomat dan mengoptimalkan produksi.
Perempelan daun tanaman tomat di bawah cabang
utama dilakukan saat tajuk tanaman tomat telah menutupi seluruh daun bagian
bawah, saat ini daun sudah tidak berfungsi secara optimal, justru sangat
disenangi hama penyakit tanaman. Perempelan daun juga dilakukan bagi daun
tua/terserang penyakit.
Sanitasi lahan pada budidaya tomat meliputi :
pengendalian gulma/rumput, pengendalian air saat musim hujan sehingga tidak muncul
genangan, pemangkasan daun serta pencabutan tanaman tomat terserang hama
penyakit.
Pengairan diberikan secara terukur, dengan penggenangan
atau pengeleban seminggu sekali jika tidak turun hujan. Penggenangan jangan
terlalu tinggi, batas penggenangan hanya 1/3 dari tinggi bedengan.
Pupuk akar diberikan dengan cara pengocoran
pada umur 15 hst, 25 hst dan 35 hst dengan dosis 3kg NPK 15-15-15 dilarutkan
dalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, tiap tanaman tomat diberikan 200ml.
Pupuk daun kandungan Nitrogen tinggi
diberikan pada umur 7 hst
dan 24 hst, sedangkan pupuk daun kandungan Phospat, kalium dan mikro tinggi
diberikan umur 20 hst, 30 hst dan 45 hst. Dosis/konsentrasi penyemprotan sesuai
petunjuk pada kemasan.
PENGENDALIAN
HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN TOMAT
1. Ulat Tanah
Ulat tanah tanaman tomat adalah
Agrotis ipsilon. Hama jenis ini menyerang tanaman tomat di malam hari,
sedangkan siang harinya bersembunyi di dalam tanah atau di balik mulsa
PHP. Ulattanah menyerang batang tanaman muda dengan
cara memotongnya, sehingga sering dinamakan
ulat pemotong. Cara pengendaliannya dengan pemberian insektisida berbahan aktif
karbofuran sebanyak 1gram pada lubang tanam.
2. Ulat Grayak
Ulat grayak tanaman tomat adalah Spodoptera litura.
Ulat grayak menyerang daun tanaman tomat bersama-sama dalam jumlah sangat
banyak, ulat ini biasanya menyerang di malam hari dengan cara memakan daun dan
buah tomat. Gejala pada daun berupa bercak-bercak putih berlubang, sedangkan
buahnya ditandai adanya lubang tidak beraturan di setiap permukaan buah.
Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif sipermetrin,
deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau
dimehipo. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.
3. Ulat Buah
Ulat buah tanaman tomat adalah
Heliotis armigera. Bagian tubuh hama ini diselimuti kutil. Ulat menyerang
tanaman tomat dengan cara mengebor buah sambil memakannya sehingga buah
terserang berlubang. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan
aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil,
kartophidroklorida, atau dimehipo. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada
kemasan.
4. Kutu Daun
Kutu daun tanaman tomat adalah Myzus
persiceae. Kutu mengisap
cairan tanaman tomat terutama daun muda, kotorannya berasa manis sehingga
menggundang semut. Serangan parah menyebabkan daun mengalami klorosis (kuning),
menggulung dan mengeriting, akhirnya tanaman tomat menjadi kerdil. Pengendalian
kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif abamektin, tiametoksam,
imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin.
Dosis sesuai petunjuk pada kemasan.
5. Kutu Kebul
Kutu kebul tanaman tomat adalah Bemisia
tabaci. Hama berwarna
putih, bersayap dan tubuhnya diselimuti serbuk putih seperti lilin. Kutu kebul
menyerang dan menghisap cairan sel daun tanaman tomat sehingga sel-sel dan
jaringan daun rusak. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisidaberbahan
aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir,
sipermetrin, atau lamdasihalotrin. Dosis sesuai petunjuk pada kemasan.
6. Lalat Buah
Lalat buah tanaman tomat adalah Dacus dorsalis.
Lalat betina dewasa menyerang buah tomat dengan cara menyuntikkan telurnya ke
dalam buah tomat, kemudian telur berubah menjadi larva, telur-telur ini
akhirnya menggerogoti buah tomat sehingga buah tomat menjadi busuk.
Pengendalian lalat buah dapat menggunakan perangkap lalat (sexpheromone),
caranya : metileugenol
dimasukkan botol aqua yang diikatkan pada bambu dengan posisi horisontal, atau
dapat pula menggunakan buah-buahan yang aromanya disukai lalat (misal nangka,
timun) kemudian dicampur insektisida berbahan aktif metomil.
Selain itu, dapat dilakukan penyemprotan menggunakan insektisida berbahan aktif
sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida,
atau dimehipo. Dosis sesuai petunjuk pada kemasan.
7. Nematoda
Nematoda tanaman tomat adalah Meloidogyne incognita.
Serangan nematoda ditandai adanya bintil-bintil pada akar. Nematoda merupakan
cacing tanah berukuran sangat kecil, hama ini merupakan cacing parasit
penyerang bagian akar tanaman tomat. Bekas gigitan cacing akhirnya menyebabkan
serangan sekunder, seperti layu bakteri, layu fusarium, busuk phytopthora atau
cendawan lain penyerang akar. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida
berbahan aktif karbofuran sebanyak 1gram pada lubang tanam.
PENYAKIT
TANAMAN TOMAT
1. Rebah Semai
Rebah semai tanaman tomat adalah Pythium
debarianum. Rebah semai
biasa menyerang tanaman tomat pada fase pembibitan dan tanaman muda setelah
pindah tanam. Pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik berbahan
aktif propamokarb hidroklorida, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau
dimetomorf. Dosis ½ dosis terendah yang tertera pada kemasan.
2. Layu Bakteri
Bakteri penyebab layu tanaman tomat adalah Pseudomonas
sp. Penyakit ini sering menggagalkan tanaman, tanaman tomat terserang mengalami
kelayuan daun, diawali dari daun-daun muda. Upaya pengendalian antara lain
dengan meningkatkan pH tanah, memusnahkan tanaman tomat terserang, melakukan
penggiliran tanaman serta penyemprotan kimiawi menggunakan bakterisida dari
golongan antibiotik dengan bahan aktif kasugamisin, streptomisin sulfat, asam
oksolinik, validamisin, atau oksitetrasiklin. Dosis/konsentrasi sesuai pada
kemasan. Sebagai pencegahan, secara biologi berikan trichoderma pada saat
persiapan lahan, umur 20hst dan 35 hst dilakukan pengocoran menggunakan
pestisida organik pada tanah, contoh wonderfat dengan dosis sesuai anjuran pada
kemasan.
3. Layu Fusarium
Cendawan penyebab layu tanaman tomat
adalah Fusarium oxysporum. Tanaman tomat terserang mengalami kelayuan dimulai
daun-daun tua, kemudian menyebar ke daun-daun muda dan menguning. Upaya
pengendaliannya dengan meningkatkan pH tanah, memusnahkan tanaman tomat
terserang, melakukan penggiliran tanaman serta penyemprotan secara kimiawi
menggunakan fungisida berbahan aktif benomil, metalaksil atau propamokarb
hidroklorida. Dosis/konsentrasi sesuai pada kemasan. Sebagai pencegahan, secara
biologi berikan trichoderma pada saat persiapan lahan, umur 20hst
dan 35 hst dilakukan pengocoran dengan pestisida organik pada tanah, contoh
wonderfat dengan dosis sesuai anjuran pada kemasan.
4. Busuk Phytopthora
Penyakit busuk tanaman tomat adalah
Phytopthora infestans. Penyakit ini dapat menggagalkan budidaya tomat karena
menyerang semua bagian tanaman. Batang terserang ditandai bercak coklat kehitaman
dan kebasah-basahan. Serangan serius menyebabkan tanaman tomat layu. Dauntomat
terserang seperti tersiram air panas. Buah terserang ditandai bercak
kebasah-basahan yang menjadi coklat kehitaman dan lunak. Pengendalian kimiawi
menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah
metalaksil, propamokarb hidrokloroda, simoksanil atau dimetomorf dan fungisida
kontak, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah tembaga, mankozeb, propineb,
ziram, atau tiram. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.
5. Bercak Bakteri
Bercak bakteri tanaman tomat adalah bakteri
Xanthomonas vesicatoria, berkembang pesat terutama pada musim hujan. Serangan
ditandai adanya bercak berwarna gelap mengkilap. Pengendalian kimiawi
menggunakan bakterisida dari golongan antibiotik dengan bahan aktif
kasugamisin, streptomisin sulfat, asam oksolinik, validamisin, atau
oksitetrasiklin, atau dari golongan anorganik seperti tembaga.
Dosis/konsentrasi sesuai pada kemasan.
6. Bercak Daun Septoria
Penyakit ini disebabkan oleh serangan cendawan Septoria
lycopersici. Cendawan menyerang semua fase pertumbuhan. Gejala serangan berupa
bercak-bercak berwarna coklat yang akhirnya berubah keabu-abuan pada permukaan
daun bagian bawah, tepi daun berwarna hitam. Pengendalian kimiawi menggunakan
fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakanadalah benomil,
metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, dan fungisida
kontak berbahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb.
Dosis/konsentrasi sesuai pada kemasan.
7. Lunak Bakteri
Penyakit ini disebabkan oleh serangan bakteri
Erwinia carotovora. Serangan pada daun ditandai adanya bercak berair disertai
perubahan warna daun menjadi kecoklatan, terutama daun segar,
serangan pada batang menyebabkan tanaman tomat roboh. Pengendalian kimiawi
menggunakan bakterisida dari golongan antibiotik dengan bahan aktif
kasugamisin, streptomisin sulfat, asam oksolinik, validamisin, atau
oksitetrasiklin, atau dari golongan anorganik seperti tembaga.
Dosis/konsentrasi sesuai pada kemasan.
8. Virus
Virus merupakan penyakit yang paling banyak
menggagalkan budidaya tomat. Virus tanaman tomat diantaranya ToMV, PVX, TMV dan
CMV. Virus merupakan penyakit yang sangat berpotensi menimbulkan kegagalan
terutama pada musim kemarau. Gejala serangan umumnya ditandai pertumbuhan
tanaman tomat mengerdil, daun mengeriting dan terdapat bercak kuning
kebasah-basahan. Penyakit virus sampai saat ini belum ditemukan penangkalnya.
Penyakit virus ditularkan dari satu tanaman ke tanaman lain melalui vektor atau
penular. Beberapa hama yang sangat berpotensi menjadi penular virus diantaranya
thrips, kutu daun, kutu kebul, dan tungau. Manusia dapat juga berperan sebagai
penular virus, baik melalui alat-alat pertanian maupun tangan terutama saat
perempelan.
Beberapa upaya penanganan virus antara lain :
membersihkan gulma (gulma
berpotensi menjadi inang virus), mengendalikan hama/serangga penular virus,
memusnahkan tanaman tomat terserang virus, kebersihan alat dan memberi
pemahaman kepada tenaga kerja agar tidak ceroboh saat melakukan penanganan
terhadap tanaman tomat.
Pengendalian hama ulat tanah dan nematoda
dilakukan secara bersamaan cukup satu kali pemberian insektisida, yaitu 1gram
per lubang tanam.
Pengendalian hama ulat grayak, ulat buah,
kutu daun, kutu kebul, lalat buah
dan penyakit menggunakan pestisida harus dilakukan berseling atau penggantian
bahan aktif yang tertera di atas setiap melakukan penyemprotan (jangan
menggunakan bahan aktif yang sama secara berturut-turut).